April 14, 2021

Munabarat.tegas.co

Kritik berimbang & lugas

Publik Dipertontonkan Rumah Mewah dan Gaya Hidup Ketua DPRD Mubar

3 min read
Tampilan dalam rumah mewah ketua DPRD Mubar
Tampilan dalam rumah mewah ketua DPRD Mubar

TEGAS.CO,. MUNA BARAT – Publik dibuat heran dan bertanya-tanya terkait rumah mewah yang dimiliki Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), Wa Ode Sitti Sariani Illaihi.

Rumah yang di duga kuat terletak di jl. Kontukowuna Kelurahan Watonea Kecamatan Katobu, Muna, Sultra terlihat nampak mewah seperti apa yang ada dalam video akun fb @Anggie Jodha Lasiawa dengan judul “Di Kamar Ketua DPRD Mubar” pada Senin (22/2) malam. Video tersebut mendapatkan 1.116 respon, 102 komentar dan 76 kali dibagikan dengan berbagai komentar. Seperti akun @Ahmad Saban “Luar Viasa mewahnya, mantap”, @Herry “Orang” kampung jadi kita maklum saja dan @Key Syahfiandra “ jgn megang2 say…..barang mehong it mahhh”.

Menurut berbagai sumber, rumah yang diperkirakan mulai dibangun di tahun 2017 itu ternyata sebelum menjadi ketua DPRD Mubar pada 2019. Hal itu sangat miris dan membuat publik kecewa ketika menonton video yang beredar tersebut.

Atas video tersebut, La Ode Agus sebagai masyarakat Mubar sangat menyesalkan adanya video yang mempertontonkan rumah mewah dan gaya hidup Ketua DPRD Mubar yang tidak sepantasnya di umbar ke publik.

“Pada prinsipnya apa yang ditontonkan oleh akun @Anggie jodha Lasiawa lewat live fb memperlihatkan tentang glamournya kehidupan Ketua DPRD Mubar, fasilitas perumahan yang begitu besar tentu wajarlah kalau publik berspekulasi. Apalagi misalnya beliau tidak memiliki latar belakang politik sebelum 2017 kemudian tidak memiliki background pengusaha yang notabenenya hanya sebagai seorang adik dari Bupati Mubar sebelumnya,” ujarnya. Selasa (23/2/2021)

“Jadi kita juga sedikit sesalkan kalau misalnya mempertontonkan rumah yang begitu mewah, kemudian publik melihatnya pasti orang bertanya-tanya itu dari mana. Gaji anggota DPRD berapa, perjalanan dinas berapa. Apalagi menurutku mungkin gajinya kurang lebih sekitar 15 juta perbulan ditambah dengan tunjangan Ketua DPRD dan perjalanan dinas mungkin kurang lebih sekitar 25 jutaan. Artinya anggota DPRD itu diberikan fasilitas yang cukup, gaji yang cukup tetapi ikut bergaya mewah juga pasti tidak mungkin. Begitu kan, karena banyaknya kebutuhan-kebutuhan lainnya tentu bersentuhan dengan konstituen dan lain sebagainya,”sambungnya.

Agus menambahkan apa yang dipertontonkan itu publik berhak untuk berespektasi. Sebagai pejabat publik itu prinsipnya harus memperlihatkan aktifitas yang non profit, tidak harus memperlihatkan gaya hidup mewah.

“Jadi misalnya seorang anggota DPRD yang notabenenya dipilih oleh rakyat seharunya yang diharapkan adalah mempertontonkan kesederhanaannya ditengah-tengah publik. Bukan fasilitas-fasilitas mewah yang dia pertontonkan. Karena orang pasti berfikir itu akan mempertanyakan bersumber dari mana,”katanya.

“Saya juga banyak mendapatkan kabar dari teman-teman bahwa kok bisa kayak gitu hidup ketua DPRD. artinya kondisi Mubar hari ini jauh dari tataran kesejahteraan, kita punya daerah itu masih kategori daerah tertinggal, DPRD juga hari masih belum bisa berbuat banyak untuk masyarakatnya. Artinya kontribusi yang diberikan untuk rakyat itu hampir tidak ada. Jadi kalau misalnya yang mereka pentingkan adalah gaya hidup mewah dan kepentingan pribadi, yah seperti itu mi adanya,”lanjutnya.

Agus menuturkan kalau misalnya kondisi masyarakat juga sudah sejahtera, sudah mapan tentu mereka juga mereka malas pusing dengan hal-hal macam begitu. Tetapi perspektif publik tidak bisa dihilangkan juga dalam hal-hal seperti itu, apalagi mereka juga pasti akan mempertanyakan bersumber dari mana rumah seperti itu.

“Tentu orang akan berfikir ada indikasi-indikasi yang kita juga tidak tau yah. Tetapi bahwa kita sangat sesalkan dengan video fb yang dipertontonkan oleh seorang selebgram yang ada di kota kendari,” ucapnya.

“Kalau selebgramnya tidak diketahui juga sama pemilik rumah tidak mungkin sebebas itu. Artinya mulai dari kegiatan luar rumah sampai dengan didalam kamar, memperlihatkan bahwa begitu mewahnya dalam kamar. Yah wajarlah kalau misalnya orang-orang bertanya diambil dimana sih uangnya itu. Kok bisa membangun secepat itu”, jelasnya

“Apalagi misalnya dia punya background hanya seorang istri aparat kepolisian. LHKPN nanti pastinya akan muncul. Tentu saja itu nanti akan disinkronkan dengan pendapatan anggota DPRD. sejantinya dia sebelum jadi anggota DPRD seperti apa, toh juga samalah dengan kita-kita ini,” tutup Mantan Ketua Ilmispi Wilayah Wakatobi Sultra itu.

Sedikit catatan dengan Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 anggota DPRD khususnya di Muna Barat (Mubar), mendapatkan kenaikan penghasilan hingga Rp 30 juta perbulan dan unsur pimpinan capai Rp 35 juta. Belum lagi biaya untuk perjalanan dalam setahun yang sudah diberlakukan saat ini mencapai Rp 500 juta per orang.

Reporter : FS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *