Oktober 17, 2021

Tambak Ancaman Kerusakan Mangrove, Oknum Sekretaris BPD Lakawoghe Diduga Terlibat

3 min read
Area pesisir kawasan mangrove yang di ubah fungsi jadi pertambakan

TEGAS.CO,. MUNA BARAT – Kawasan pesisir Hutan Mangrove, Muna Barat (Mubar) terdegradasi menuju kepunahan. Ekspansi tambak menjadi penyebab utama, baik yang dilakukan secara pribadi maupun secara kelompok. Masyarakat terlalu asik dengan keuntungan besar sampai mengabaikan fakta mangrove sebagai pertahanan terhadap ancaman tsunami.

Salah satunya area kawasan mangrove di pesisir desa Lakawoghe kecamatan Kusambi, Mubar, Sultra hampir semua mengalami kegundulan berubah status menjadi area pertambakan. Lebih ironi lagi oknum Sekretaris Badan Permusyawarahan Desa (BPD) SH, diduga kuat ikut memanfaatkan area pesisir mangrove sebagai tambak tanpa izin dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dugaan itu berdasarkan informasi masyarakat desa Lakawoghe dan penelusuran akun FB @Deni Hasrin Hamimu. Dimana terlihat ada aktivitas pertambakan disekitar dermaga rakyat desa Lakawoghe dalam postingannya.

Menurut pengakuan warga ds lakawoghe yang tidak mau disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa oknum Sekretaris BPD tersebut memang diketahui bersama keluarganya ikut memanfaatkan area pesisir dan kawasan mangrove sebagai usaha pertambakan.

“Coba lihat sendiri di lokasi atau tanya masyarakat sekitar, sudah banyak yang mengetahui hanya memang masyarakat tutup mata. Bahkan kami menduga ia melibatkan keluarganya baik saudara maupun iparnya untuk ikut budidaya ikan di tambak,” ujarnya, Selasa, (2/3).

“Ada orang luar dari masyarakat desa yang kami duga berasal dari Watoputih, Guali, Makassar. Dan ada indikasi jual beli tambak dari masyarakat desa Lakawoghe, dan itu masih berjalan,” lanjutnya.

Kades Lakawoghe, Hijraman mengungkapkan bahwa ia mengetahui oknum tersebut mempunyai tambak tidak berizin disekitar dermaga.

“Kondisi mangrove di desa kami memang sangat menghawatirkan dan itu sudah kami laporkan ke dinas terkait dan sudah saya komunikasikan ke Camat Kusambi juga”, ucap Hijraman.

“Kami tidak menutup mata dan main-main terkait mangrove ini, sebelum terjadi bencana lebih baik menanggulangi dari awal. Terkait oknum tersebut memang punya tambak berdasarkan laporan dari masyarakat. Kami memang menyayangkan, seharusnya ia berperan sebagai orang yang paham aturan bukan sebaliknya”, lanjutnya.

Menanggapi adanya oknum Sekretaris BPD yang ikut bermain, Camat Kusambi, Ali Mochtar Jaya, S.STP, M.Sc menjelaskan bahwa ada tahapan dan penelusuran untuk mengetahui peran oknum tersebut.

“Itu domainnya Ispektorat dan DPMD untuk melakukan tindakan, jika betul terbukti melanggar. Saya tetap akan telusuri dan pelajari dulu, kita pastikan dulu sejauh apa peran-perannya dilapangan. Jika terbukti dan melanggar saya akan berikan teguran dan pembinaan. Sebagai pengawas dan perpanjangan tangan Bupati saya punya hak untuk itu”, katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan seharusnya sebagai bagian dari Pemdes Lakawoghe oknum tersebut menjadi contoh yang baik kepada masyarakat.

“Kita tidak bisa melihat dan membiarkan mangrove begitu saja mengalami kerusakan. Apalagi banyak sumber daya tersimpan didalamnya. Dalam waktu dekat akan kami rapatkan ini. Saya berharap siapa saja termaksud oknum yang diduga tersebut ikut berperan serta menjaga mangrove dan lingkungan disekitarnya”, ungkapnya.

Menanggapi polemik pertambakan di area mangrove tersebut, Kepala UPTD KPH Unit VI Pulau Muna, LM Nur Ramadhan Abidin, melalui penyidik kehutanan, Fahruddin menuturkan telah melakukan penyelidikan dan segera melakukan tindakan tegas dalam waktu dekat.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat di wilayah pesisir pulau Muna khususnya desa Lakawoghe terindikasi terjadi pengrusakan kawasan mangrove, kami langsung bergerak cepat melakukan investigasi ke lokasi yang dimaksud,” tuturnya.

“Beberapa fakta kami temukan dilapangan mulai dari kawasan lindung telah tergantikan oleh aktivitas pertambakan begitu pula wilayah pesisir dekat dermaga rakyat,” sambungnya.

Ia menambahkan terkait tambak yang masuk kawasan lindung, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemasangan plang larangan.

“Kami sementara buat laporan kejadian terkait pengrusakan tersebut untuk diteruskan kepada bidang penegakan hukum (Gakkum) Kehutanan. Dalam waktu dekat kami bersama Gakkum akan turun ke lokasi untuk memastikan area mangrove tetap steril dari aktivitas pertambakan. Kebetulan mereka masuk wilayah lingkungan hidup jadi bisa sekalian memutuskan status dampak lingkungannya,” katanya.

Lebih lanjut ia tidak memperdulikan jika ada oknum yang terlibat termaksud Sekretaris BPD.

“Ini menjadi ranah dan wilayah kerja kami. Kami tidak pilih kasih untuk hal ini. Kalau memang mau memanfaatkan area tersebut untuk aktivitas pertambakan atau yang lainnya kami membuka pintu, dan ada mekanisme terkait itu. Jadi mari taat aturan dan prosedur,” tutupnya.

Reporter : FAISAL

Editor : YA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *